Penyebab Gatal Pada Penis Setelah Berhubungan Intim

Penyebab Gatal Pada Penis Setelah Berhubungan Intim

Penyebab Gatal Pada Penis Setelah Berhubungan IntimGatal pada kemaluan pria merupakan salah satu kondisi yang sering dialami pada kapan saja termasuk setelah berhubungan intim. Rasa gatal tersebut memang dapat hilang dengan sendirinya, akan tetapi rasa gatal tersebut membuat kita ingin menggaruknya sehingga penis menjadi lecet dan perih.

Penyebab Gatal Pada Penis Setelah Berhubungan Intim

Selain mengganggu, rasa gatal pada kemaluan pria yang tak kunjung hilang dapat mengindikasikan adanya penyakit serius. Gatal pada penis tersebut bisa disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri bisa juga alergi terhadap cairan vagina. Tidak hanya itu beberapa penyebab ini juga bisa menyebabkan gatal pada kemaluan pria, antara lain:

1. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Rasa gatal pada kemaluan yang muncul setelah melakukan hubungan intim bisa menjadi indikasi awal adanya penyakit menular seksual dengan gejala sebagai berikut:

  • Klamidia
    Gejala yang ditimbulkan yaitu keluarnya cairan putih dari penis disertai rasa nyeri.
  • Genore
    Keluarnya cairan putih, hijau atau kuning dari ujung penis disertai dengan rasa nyeri dan perih saat buang air kecil.

Tidak hanya klamidia dan gonore, penyakit menular seksual lainnya seperti raja singa atau sifilis dan herpes genital juga bisa menyebabkan gatal pada penis.

2. Infeksi Jamur atau Kadidiasis

Pada umumnya jamur merupakan sesuatu yang tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan cepat dengan pengobatan antijamur. Meskipun begitu, anda harus tetap waspada karena kondisi tersebut dapat mengarah pada penyakit menular seksual. Infeksi tersebut berdampak pada kepala penis yang disebut dengan kandida balanitis. Selain gatal, infeksi ini juga menimbulkan pembengkakan pada penis, keluarnya cairan kental dari balik pada penis, ruam kemerahan dan bau yang tidak sedap. Tidak hanya itu, penderita infeksi ini juga mengalami nyeri saat melakukan hubungan intim dan gatal setelahnya, serta kesulitan pada saat menarik kembali kulit kulup penis.

Penyebab lain:

  • Penyakit kulit seperti eksim, planus lichen dan psoriasis.
  • Kadar gula darah dalam tubuh sangat tinggi.
  • Kudis atau kulit gatal akibat tungau kecil.
  • Infeksi bakteri streptokokal.
  • adanya kutu pada rambut kemaluan.

Adapun cara yang dilakukan agar gatal tidak semakin parah, antara lain:

  • Selalu menjaga kebersihan sekitar area kelamin.
  • Hindari menggaruk pada bagian yang gatal.
  • Kenakan pakaian dalam yang berbahan katun dan tidak ketat, serta menggantinya  secara teratur minimal 2x sehari.
  • Jangan dulu melakukan hubungan intim atau gunakan pengaman (kondom) saat akan melakukan hubungan intim selama gatal tersebut belum hilang atau belum teratasi.
  • Lakukan pengobatan bersama dengan pasangan untuk menghindari saling tertular satu sama lain.

Gatal pada kemaluan pria yang disebabkan oleh infeksi dapat tertular atau terulang kembali. Maka jika gatal pada penis ternyata merupakan gejala penyakit PMS, maka dari itu segara lakukan pengobatan. Untuk melakukan pengobatan gatal pada kemaluan pria, kami merekomendasikan obat herbal QnC Jelly Gamat yang sudah teruji dan terbukti mampu menyembuhkan gatal pada kemaluan secara alami tanpa efek samping yang membahayakan tubuh.

Obat alami QnC Jelly Gamat bekerja secara efektif membasmi bakteri, virus atau jamur penyebab gatal hingga akarnya serta menjaga area sekitar kemaluan agar tidak terinfeksi kembali. Dengan mengkonsumsi dan mengoleskan obat tradisional QnC Jelly Gamat secara rutin dan teratur, maka rasa gatal yang diderita akan hilang dan sembuh dalam waktu yang relatif singkat.

Informasi selengkapnya mengenai khasiat QnC Jelly Gamat dan cara pemesanannya silahkan klik -> Obat Gatal Pada Kemaluan Pria

Obat Gatal Pada Kemaluan Pria

Baca juga

Obat Dermatitis Di Apotik
Obat Scabies Di Apotik
Obat Kaligata Di Apotik
Obat Campak Anak Di Apotik
Obat Benjolan Di Apotik

Penyebab Gatal Pada Penis Setelah Berhubungan Intim

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*